Rabu, 10 Mei 2017

Ide Danusan KKN



Semester 6 biasanya erat dengan semesternya KKN, meski ada semester 8 yang masih ambil KKN. Grup seolah-olah menjadi ajang lapak bagi danusan KKN. Jual beli barang, tawar-tawaran jasa mewarnai tiap timeline maupun chat grup. Jual apa yang bisa dijual yang penting bisa laku dan menghasilkan uang buat program KKN nantinya. Kalo jualannya ga laku gimana? kalo jasanya ga ada yang minat gimana? bingng nih mau jualan apalagi, galau nih mau cari uang kek gimana lagi.

Seminar Keilmuan
Tak dipungkiri kalau nanti KKN merupakan ajang unjuk keilmuan. Anak pertanian unjuk gigi masalah pertanaman, anak medika unjuk gigi masalah kesehatan masyarakat, anak teknik unjuk gigi masalah mekanika, gitu aja teruss. Namun beda masalahnya kalau dalam satu lokasi KKN memuat tema tertentu yang akan diusung yang semua anggota KKN harus paham. Nah loo, Pembekalan tentang keilmuan terkait sepertinya memang harus diberikan, Nahh ini bisa jadi ladang uang buat mereka yang bisa liat kesempatan ini. Untuk tema tertentu yang berkaitan dengan kluster/bidang tertentu, mahasiswa di bidang/kluster tersebut bisa membuat semacam pembekalan seperti seminar atau dalam bentuk kepelatihan yang nantinya dapat diaplikasikan di tempat KKNnya nanti. Misal suatu daerah mengusung tema tentang pertanian maka bisa diberi pelatihan tentang pembuatan pupuk organik, perbanyakan bibit secara vegetatif, pengendalian hama terpadu dll. Yang tentunya ada HTMnya dongg. Gimana caranya seminar ini dr HTMnya bisa memberikan ilmu buat peserta yang hadir dan juga menguntungkan buat empunya yang ngadain seminar hehe. Gimana? Takis gan?

EO Seminar
Biasanya banyak kating-kating (kakak tingkat: red) yang mau seminar hasil skripsi, seminar magang, atau lainnya. Kelimpungan ngurus tanda tangan acc dosen, belum lagi nyari tempatnya, konsumsinya, dll. Dyarr. Nahh kamu bisa bantuin mereka sebagai EO Seminar mereka. Mungkin kamu bisa sebagai penyedia jasa penyedia ruang seminar, penyedia konsumsi, penyedia moderator, nah tinggal kakaknya nih yang cari massa buat seminarnya. Gimana? Takis gan?

Jualan Makanan dan Minuman
Siapa sih yang nggak doyan makan? Coba jual di tempat keramaian seperti saat Car Free Day, atau event kampus. Menurut Fatma, mahasiswa Biologi UI, danus yang paling laris dijual dan tidak membosankan di fakultasnya adalah tahu bakso dan pie buah. Menurutnya, dua hal tersebut selalu dicari oleh mahasiswa di tempatnya. Juice sehat juga sedang menjadi primadona di kalangan health anthusiast di kota kota besar.

Tetapi, danus yang dijual tidak selalu laku. Ada kalanya danus yang dijual tidak habis dan si mahasiswa yang menjual harus menombok kekurangannya. “Danus itu nyenengin, tapi bisa juga nyeremin. Nyereminnya kalo ga laku terus mesti nombok. Lumayan juga sih, duitnya. Kadang kalo ga laku juga kita sendiri yang makan dagangannya.” kata Indri, mahasiswa Sastra Inggris UI. 
Kalau ada event-event tertentu, danus jajanan akan lebih mudah dilakukan karena orang-orang banyak mencari dan situasinya yang ramai.

Secondhand? Why Not?
Punya baju yang ngendap di lemari nggak pernah dipakai? Atau barang-barang yang masih bagus tapi nggak pernah tahu gunanya buat apa? Jualin aja buat danus. Selain berjualan makanan atau minuman, para danus-ers pasti udah sering menggelar garage sale. Meski menghabiskan banyak tenaga ditambah berpanas-panasan diatas tikar, garage sale merupakan salah satu ide danus yang mudah, murah, lagi menguntungkan. Para staf dalam kepanitiaan nantinya akan diberi tugas untuk mengumpulkan baju atau barang-barang bekas dengan jumlah minimal. Biasanya, garage sale dilakukan hari Minggu pagi dan lokasinya di tempat-tempat ramai yang kondusif.

Seperti cerita dari Afifah, kepanitiaan yang diikutinya kerap kali melakukan garage sale di Car Free Day Bundaran HI, Stadion Gelora Bung Karno, di kampus bahkan di Pasar Kaget. Ia harus bangun pagi-pagi untuk mengangkut barang yang akan dijual dan naik commuter line bersama teman-teman panitia yang lainnya. Meski sebenarnya malas bangun pagi, apalagi garage sale selalu dilakukan hari Minggu, mahasiswi Ilmu Politik UI ini tetap melawan rasa malas geraknya alias mager. Kelelahannya terbayar dengan keuntungan lumayan yang diraup dari hasil penjualan.

Masuk TV
Masuk TV gimana sih maksudnya? Jadi, mahasiswa-mahasiswa pemburu danus kerap kali mendaftar menjadi penonton bayaran di acara-acara televisi. Sekali nonton bisa dapet 20 sampai 100 ribu rupiah per orang. Kebanyakan acara yang ditonton mahasiswa danus-ers ini berupa talkshow, acara debat atau game show. Kita hanya perlu datang, duduk dan menikmati acaranya sampai selesai. Terus langsung deh, bawa pulang uangnya.

Selain jadi penonton bayaran, kita juga bisa mendaftar buat jadi peserta game show di televisi yang hadiahnya bisa mencapai puluhan juta rupiah. Selain jadi prestasi tersendiri, hadiah yang didapat sangat lumayan untuk menutupi kekurangan dana dalam acara. Yuk, mulai kumpulkan massa!

Memanfaatkan Hobi dan Talenta
Orang-orang bilang, pekerjaan paling menyenangkan di dunia adalah hobi yang dibayar. Yup, siapa sih yang nggak mau kerja senang terus dapet duit? Nah, kalau punya hobi yang menarik atau bakat yang tersembunyi, kenapa nggak dipakai aja buat membantu danus? Punya hobi fotografi dan pintar bikin video misalnya, bisa membuka jasa foto wisuda, nikahan atau event. Atau kalau yang mau anti mainstream lagi, buka jasa foto candid. Bisa juga buka jasa video editing.

Punya bakat melukis atau menulis misalnya, bisa coba-coba menjual hasil karya lukisannya. Siapa tahu, yang beli menaksir harga tinggi. Kalau nulis, coba aja kirim-kirim hasil tulisannya ke redaksi majalah atau koran. Meski fee yang didapat tidak seberapa, tapi setidaknya kamu sudah membantu perburuan dana usaha dengan bakat kamu sendiri.

Kalau punya bakat nyanyi, ini nih yang paling gampang. Bisa ngamen bareng temen-temen atau ikut kompetisi-kompetisi karaoke yang diadakan di televisi. Ngamen mungkin danus yang paling mudah dan nggak ribet. Cuma bermodalkan gitar, suara dan kekompakan, sudah dapat puluhan ribu sekali ngamen. Atau bakat memasak misalnya, bisa bikin-bikin kue dan semacamnya dan dijual dengan sistem online atau door to door.

Danus Surat Cinta
Ini nih, danus yang sering dicari sama mahasiswa yang ingin mengirimkan salam atau menyampaikan perasaannya terhadap seseorang. Danus paket bunga mawar dilengkapi cokelat dan surat cinta ternyata sangat menguntungkan, lho! Buktinya, Windy sempat menjual paket bunga mawar dengan harga yang cukup terjangkau, 20 ribu rupiah untuk bunga dan surat, serta 25 ribu rupiah untuk bunga, surat dan cokelat. Hasilnya, Windy dan mahasiswa-mahasiswa jurusan Pariwisata UI ini berhasil membuat danusannya habis terjual dalam waktu beberapa hari. “Yang kirim nggak cuma buat pacar, tapi juga buat sahabat dan temen-temennya. Terus harganya juga kita bikin nggak terlalu mahal. Pas stand jualannya udah tutup, masih ada aja yang dateng mau beli.” ungkapnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar